Benarkah Bayi Perempuan Perlu Disunat ? Ini Penjelasannya

Benarkah Bayi Perempuan Perlu Disunat ? Ini Penjelasannya

Sunat pada bayi perempuan merupakan salah satu hal yang menjadi kontroversi yang masih terus bergulir pada kalangan orangtua. Dimana sebagian kelompok ada yang menganggap bahwa tindakan menyunat bayi perempuan itu sangatlah tidak manusiawi, namun sebagian lain menganggap sunat tersebut sebagai tuntunan budaya dan agama. Lalu bagaimanakah tindakan sunat tersebut jika ditinjau dari segi medis ? Ketahuilah Ini penjelasan dari medis mengenai sunat tersebut.

Banyak sekali orangtua yang menanyakan mengenai boleh atau tidaknya sunat bayi perempuan. Penting untuk Anda ketahui sunat atau dalam bahasa medis disebut dengan sirkumsisi adalah tindakan membuang seluruh kulit yang menutupi bagian depan kelamin, yang mana pada anak laki-laki biasanya tindakan ini dilakukan dengan cara membuang kulit penutup penis.

Nah sunat ini dilakukan dengan tujuan menjaga agar kemaluan bayi bersih dari tumpukan lemak juga mencegah terjadinya penumpukan sisa kotoran yang ada pada kulit penutup penis anak laki-laki yang mana hal ini bisa menyebabkan berkembangnya bakteri juga kuman yang bisa menyebabkan resiko berbahaya misalnya seperti infeksi pada penis ataupun resiko mengalami penyakit menular seksual ketika ia sudah dewasa nanti.

Dan memang sunat ini umumnya dilakukan pada anak laki-laki, namun ada sebagai masyarakat yang melakukan tindakan ini pada bayi perempuan. Lalu apakah berbahaya jika bayi perempuan disunat ? Penting untuk Anda ketahui bahwa tidak adanya rekomendasi dari segi medis untuk melakukan sunat pada bayi perempuan. Biasanya tindakan menyunat bayi perempuan ini dilakukan dengan memotong sedikit dari kulit penutup klitoris.

Yang mana secara anatomis tidak semua anak perempuan itu memiliki prepusium yang menutupi klitoris sehingga sunat ini tidak perlu dilakukan pada bayi perempuan. Di Indonesia sendiri kementerian kesehatan memang pernah mengeluarkan peraturan mengenai sunat perempuan, dimana permenkes tersebut memberikan prosedur untuk melaksanakan sunat pada perempuan. Berikut inilah 3 prosedur yang harus Anda ketahui

3 Prosedur Penting Dalam Menyunat Bayi Perempuan

Berikut dibawah ini beberapa prosedur sunat pada perempuan yang penting untuk Anda ketahui :

  1. Pertama menusuk atau mencungkil bagian dari kelamin bayi perempuan
  2. Kedua memotong klitoris atau bagian kelamin dari wanita yang paling sensitif
  3. Ketiga memperkecil lubang vagian dengan cara menjahit bibir vagian bayi perempuan

Itulah beberapa prosedur saat akan melakukan sunat pada bayi perempuan yang jika kita lihat memang sangat tidak layak untuk dilakukan pada bayi perempuan. Seiring dengan perkembangan ilmu kedokteran dan pertentangan mengenai sunat pada perempuan ini lalu kemudian kementerian kesehatan kembali mengeluarkan peraturan mengenai pencabutan terhadap peraturan mengenai sunat perempuan.

Dimana dalam ini permenkes tersebut dijelaskan bahwa sunat bayi perempuan itu hingga saat ini bukanlah tindakan kedokteran karena pelaksanaannya tidak berdasarkan adanya indikasi medis dan juga belum terbukti bermanfaat untuk kesehatan si bayi. Disamping itu juga WHO menjelaskan bahwa sunat yang dilakukan pada bayi perempuan itu tidaklah memberikan manfaat terhadap kesehatannya yang ada malah justru membawa kerugian atau dalam kata lain berbahaya untuk kesehatan bayi.

Tindakan sunat yang dilakukan ini hanyalah akan membuang juga merusak struktur yang normal dan sehat dari kelamin bayi perempuan, yang mana hal ini bisa menyebabkan terganggunya fungsi alami dari organ intim bayi perempuan. Sunat yang dilakukan dengan metode secanggih atau sebagus apapun tetap akan merusak kelamin perempuan yang sangat sensitif terutama pada bagian klitoris.

Sehingga hal ini mengakibatkan sensitivitas seksual bisa terganggu dan sunat ini bisa menimbulkan resiko menurunnya rangsangan juga kenikmatan seksual, menyebabkan rasa nyeri pada saat berhubungan seks, bahkan yang lebih parahnya bisa menyebabkan hilangnya orgasme. Oleh karena itulah sebagai orangtua Anda harus lebih pandai lagi dalam memilih mana yang terbaik untuk si kecil.

Dimana cari tahu terlebih dulu jika akan melakukan sesuatu pada si kecil, pertimbangkanlah mengenai manfaat juga resikonya. Yang mana jika setelah Anda pertimbangkan ternyata yang lebih banyak adalah resikonya maka hindari untuk melakukan hal tersebut pada si kecil dan yang terpenting adalah jangan mudah untuk mempercayai suatu hal jika belum ada kejelasan dari pihak medis terutama jika hal tersebut berhubungan dengan organ si kecil.

Segala sesuatu yang akan Anda lakukan pada si kecil harus berdasarkan rekomendasi dari pihak medis dan selalu konsultasikanlah mengenai si kecil pada medis agar resiko buruk tidak terjadi pada si kecil. Semoga beberapa penjelasan diatas bermanfaat bagi Anda terutama bagi si kecil.

Tinggalkan Balasan